• Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Selasa, 10 Maret, 2026
  • Login
KendariNesia.Com
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
KendariNesia.Com
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
Home Berita

Warga Wawonii Terpuruk Usai PT GKP Hentikan Operasi, Ekonomi Pulau Lumpuh

Redaksi by Redaksi
07.11.2025
in Berita, Daerah

Konawe Kepulauan – Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak Peninjauan Kembali (PK) PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menjadi pukulan berat bagi masyarakat Pulau Wawonii. Putusan itu membuat seluruh aktivitas tambang berhenti total, meninggalkan duka dan ketidakpastian bagi ratusan warga yang menggantungkan hidup dari sektor tambang.

Sejak kabar penolakan PK disampaikan Wakil Ketua DPRD Konkep, Sahidin, suasana di wilayah tambang mendadak muram. Aktivitas ekonomi terhenti, lapangan kerja lenyap, dan roda kehidupan masyarakat melambat tajam.
Lebih dari 500 karyawan lokal kini terdampak langsung, belum termasuk keluarga mereka yang selama ini hidup dari hasil pertambangan.

Ratusan pelaku usaha kecil di sekitar lingkar tambang pun ikut terpukul akibat gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran yang tidak terhindarkan. Kondisi ini seakan memutar balik kemajuan yang telah dirasakan warga Wawonii dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA

PT SDP Sepakat Kembalikan Rp725 Juta ke Konsumen, Disepakati Lewat Akta Pengakuan Utang

05.03.2026
Tim Satgas Saber Sultra bersama Satgas Saber Polres Konsel melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional di Konsel, pada Selasa (24/2). Foto: Dok Istimewa/kendarinesia

Dua Pasar di Konsel Disidak, Polisi Tegaskan Sanksi untuk Pedagang Nakal

24.02.2026

“Saya sangat kecewa dan terpukul atas putusan ini. Lapangan pekerjaan hilang, semangat masyarakat menurun, dan banyak keluarga kami di sini kini hidup dalam kesulitan. Kami berharap wakil rakyat dan pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini,” ungkap Sulvan, Tokoh Pemuda Desa Roko-Roko Raya.

Bagi warga seperti Ma Anawia, ibu rumah tangga dari Desa Sukarela Jaya, kehilangan pekerjaan berarti kehilangan harapan hidup. Ia menilai, kehadiran tambang selama ini telah membuka peluang ekonomi yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

“Mereka yang berteriak-teriak meminta PT GKP keluar harus berpikir juga, kami yang bisa hidup jauh lebih layak dari sana. Rasanya sangat menyakitkan melihat perjuangan masyarakat tidak mendapat hasil. Kami mohon agar ada jalan keluar agar bisa membantu kami bangkit dari keadaan sulit ini,” ujarnya.

Dampak lain juga dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar lingkar tambang. Jamadu, pemilik rumah kos dan warung makan di Desa Dompo-Dompo Jaya, kini nyaris tak punya pelanggan.
“Dulu tempat saya selalu ramai oleh para pekerja. Kini semuanya mendadak sepi,” keluhnya.

Ia menegaskan bahwa warga yang merasakan langsung manfaat kehadiran perusahaan justru tidak pernah dilibatkan dalam keputusan besar yang menyangkut nasib mereka.

“Kita ini hidup di pulau. Buka mata atas kemajuan beberapa tahun terakhir di sini. Apakah kalian bisa menjamin kehidupan kita membaik setelah ini? Jangan mengatasnamakan rakyat Wawonii kalau kami yang hidupnya membaik karena hadirnya perusahaan tidak pernah diajak bicara,” tegasnya.

Kini, masyarakat Wawonii hanya berharap wakil rakyat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat turun tangan. Mereka tidak ingin konflik atau perdebatan hukum, mereka hanya ingin kesempatan untuk bertahan dan hidup layak di tanah kelahiran sendiri.

BERITA TERKAIT

Ekonomi

PT SDP Sepakat Kembalikan Rp725 Juta ke Konsumen, Disepakati Lewat Akta Pengakuan Utang

05.03.2026
Seorang konsumen berinisial AS melalui kuasa hukumnya, Wendy, saat melaporkan PT DSP di Polres Kendari, pada Sabtu (21/2). Foto: Dok Istimewa/kendarinesia
Hukum

Janji SHM Tak Ditepati, Developer PT Swarna Dwipa Property Kendari Dilaporkan ke Polisi

22.02.2026
Kondisi jalan di Routa yang memprihatinkan. Foto: Dok Istimewa/kendarinesia
Daerah

Minim Infrastruktur, Warga Routa Konawe Keluhkan Jalan Rusak Parah hingga Krisis Listrik

21.02.2026
Next Post

Siswi SMA di Kendari Jadi Influencer Situs Judi Online, Dibayar Rp600 Ribu per Unggahan

Leave Comment
  • Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Email: kendarinesia@gmail.com

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In