Kendari – Seorang pemilik kios jasa transfer di Lorong Sepakat, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diduga menjadi korban penipuan bermodus top up dompet digital. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (14/12) siang.
Pemilik kios bernama Asdar mengatakan, pelaku awalnya datang seperti pelanggan pada umumnya dan meminta dilakukan top up saldo GoPay sebesar Rp700 ribu. Setelah transaksi berhasil diproses, pelaku berdalih lupa membawa uang tunai.
“Dia bilang mau ambil uang sebentar. Ponselnya dititip di kios,” kata Asdar saat dikonfirmasi, pada Senin (15/12).
Namun, pelaku tak kunjung kembali. Kecurigaan muncul ketika Asdar mencoba memeriksa ponsel yang ditinggalkan. Ponsel tersebut dalam kondisi terkunci, tidak terdapat kartu SIM, serta muncul notifikasi penundaan pembukaan kunci akibat kesalahan memasukkan pola berkali-kali.
Menurut Asdar, kondisi ponsel tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa pelaku memang berniat menipu. Dari rekaman kamera pengawas (CCTV), terlihat pelaku sempat membuka jok motornya dan berpura-pura menelepon sebelum meninggalkan lokasi.
“Saya curiga HP itu bukan miliknya. Bisa jadi barang curian,” ujarnya.
Meski mengalami kerugian ratusan ribu rupiah, Asdar mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia masih berharap pelaku memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
“Saya tidak mau ribut. Kalau ada niat baik, uang dikembalikan, masalah selesai,” tuturnya. (dil.knd)







