Konawe Selatan – Pemerintah Desa Mondoe angkat suara terkait isu yang menyebut aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan sumber air di wilayah mereka. Kades Mondoe, Aswan, bersama tokoh masyarakat Nawir, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sesuai kondisi lapangan dan berpotensi menyesatkan masyarakat yang tidak mengetahui situasi sebenarnya.
Aswan mengatakan, tudingan bahwa PT WIN merusak irigasi maupun sumber air tidak memiliki dasar kuat. Menurutnya, perusahaan tambang itu justru memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat, terutama dalam hal pembangunan fasilitas desa.
Ia menyebut beberapa infrastruktur yang dibangun PT WIN, seperti perbaikan saluran irigasi, pembangunan sumur bor di sejumlah titik, hingga lapangan sepak bola yang kini menjadi fasilitas olahraga bagi pemuda setempat.
“PT WIN sudah memperbaiki saluran irigasi dan membangun sumur bor. Lapangan sepak bola desa juga dibangun oleh mereka. Apa pun yang menjadi kebutuhan masyarakat selalu diusahakan dipenuhi,” ujar Aswan pada Selasa (25/11).
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Mondoe, Nawir. Ia menepis isu bahwa gagal panen disebabkan aktivitas pertambangan. Menurut dia, Desa Mondoe sejak lama memiliki sawah tadah hujan sehingga aktivitas pertanian hanya maksimal pada musim penghujan. Ketika kemarau tiba, lahan kering merupakan kondisi alamiah yang sudah terjadi sejak dulu.
“Kalau musim kemarau, sawah kering itu biasa. Bukan karena tambang. Memang begitu dari dulu,” tegasnya.
Nawir juga menuturkan bahwa keberadaan PT WIN membawa dampak positif bagi ekonomi warga. Selain menerima bantuan community development setiap bulan, masyarakat juga mendapatkan bibit pertanian dan dukungan lain yang membuat produksi mereka meningkat. Bahkan, sebagian petani kini bisa panen dua kali setahun, sesuatu yang sebelumnya sulit dicapai.
Mereka berharap masyarakat melihat persoalan secara lebih jernih dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Bagi warga Mondoe, keberadaan PT WIN bukan hanya soal aktivitas tambang, tetapi juga kontribusi sosial dan pembangunan desa yang nyata mereka rasakan.






