Konawe – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Routa Bersatu di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menutup jalan hauling milik PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan menghentikan seluruh aktivitas pertambangan perusahaan tersebut, pada Selasa (15/12).
Aksi penutupan dilakukan karena massa aksi mengaku belum mendapat respons langsung dari pimpinan tertinggi PT SCM atas aspirasi yang telah mereka sampaikan. Warga menilai kehadiran manajemen perusahaan di lapangan menjadi hal penting untuk memastikan adanya kejelasan dan komitmen.
Penutupan jalan hauling dilakukan sejak siang hari dengan memblokade jalur utama yang biasa digunakan untuk pengangkutan material tambang. Akibatnya, aktivitas hauling dilaporkan berhenti total. Selain itu, kegiatan penambangan di area site PT SCM juga tidak beroperasi.
Tokoh pemuda Routa, Rafli, mengatakan penutupan jalan dan penghentian aktivitas mining merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pihak perusahaan. Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan aspirasi, namun belum mendapat tanggapan yang dianggap memadai.
“Kami menutup jalan hauling dan menghentikan aktivitas mining karena sampai saat ini pimpinan PT SCM belum menemui kami. Ini bentuk tekanan agar ada kepastian,” kata Rafli di lokasi aksi.
Ia menegaskan, penutupan dilakukan secara menyeluruh dan akan terus dipertahankan hingga terjadi pertemuan langsung antara pimpinan PT SCM dan perwakilan masyarakat. Warga, kata dia, menolak jika hanya ditemui oleh perwakilan perusahaan yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan.
“Selama belum ada jawaban atas tuntutan kami, semua aktivitas hauling dan mining kami hentikan. Tidak ada tawar-menawar, kecuali pimpinan PT SCM datang langsung menemui kami di sini,” ujarnya.
Rafli menyebut, masyarakat hanya menginginkan kejelasan dan tanggung jawab perusahaan terhadap dampak aktivitas pertambangan di wilayah sekitar operasional. Karena itu, massa memilih bertahan di lokasi sambil memastikan tidak ada aktivitas perusahaan yang berjalan.
Hingga sore hari, ratusan warga masih berjaga di sejumlah titik akses jalan hauling. Situasi di lapangan terpantau kondusif dengan penjagaan ketat oleh massa aksi. Warga berharap pihak perusahaan segera membuka ruang dialog agar persoalan dapat diselesaikan tanpa berlarut-larut. (dil.knd)







