• Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Rabu, 6 Mei, 2026
  • Login
KendariNesia.Com
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
KendariNesia.Com
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
Home Berita

Isu Sawah Rusak Dibantah, Pemdes Mondoe Tegaskan PT WIN Tidak Ganggu Sumber Air

Redaksi by Redaksi
25.11.2025
in Berita
Screenshot

Screenshot

Konawe Selatan – Pemerintah Desa Mondoe angkat suara terkait isu yang menyebut aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan sumber air di wilayah mereka. Kades Mondoe, Aswan, bersama tokoh masyarakat Nawir, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sesuai kondisi lapangan dan berpotensi menyesatkan masyarakat yang tidak mengetahui situasi sebenarnya.

Aswan mengatakan, tudingan bahwa PT WIN merusak irigasi maupun sumber air tidak memiliki dasar kuat. Menurutnya, perusahaan tambang itu justru memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat, terutama dalam hal pembangunan fasilitas desa.

Ia menyebut beberapa infrastruktur yang dibangun PT WIN, seperti perbaikan saluran irigasi, pembangunan sumur bor di sejumlah titik, hingga lapangan sepak bola yang kini menjadi fasilitas olahraga bagi pemuda setempat.

BACA JUGA

DPRD Sultra Sebut Longsor PT Almharig Aman, Air Warga Tak Terdampak

27.04.2026

MBG Adukan 6 Jaksa ke Komisi Kejaksaan Buntut Korupsi Jembatan yang Seret Nama Burhanuddin

27.04.2026

“PT WIN sudah memperbaiki saluran irigasi dan membangun sumur bor. Lapangan sepak bola desa juga dibangun oleh mereka. Apa pun yang menjadi kebutuhan masyarakat selalu diusahakan dipenuhi,” ujar Aswan pada Selasa (25/11).

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Mondoe, Nawir. Ia menepis isu bahwa gagal panen disebabkan aktivitas pertambangan. Menurut dia, Desa Mondoe sejak lama memiliki sawah tadah hujan sehingga aktivitas pertanian hanya maksimal pada musim penghujan. Ketika kemarau tiba, lahan kering merupakan kondisi alamiah yang sudah terjadi sejak dulu.

“Kalau musim kemarau, sawah kering itu biasa. Bukan karena tambang. Memang begitu dari dulu,” tegasnya.

Nawir juga menuturkan bahwa keberadaan PT WIN membawa dampak positif bagi ekonomi warga. Selain menerima bantuan community development setiap bulan, masyarakat juga mendapatkan bibit pertanian dan dukungan lain yang membuat produksi mereka meningkat. Bahkan, sebagian petani kini bisa panen dua kali setahun, sesuatu yang sebelumnya sulit dicapai.

Mereka berharap masyarakat melihat persoalan secara lebih jernih dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Bagi warga Mondoe, keberadaan PT WIN bukan hanya soal aktivitas tambang, tetapi juga kontribusi sosial dan pembangunan desa yang nyata mereka rasakan.

BERITA TERKAIT

Berita

DPRD Sultra Sebut Longsor PT Almharig Aman, Air Warga Tak Terdampak

27.04.2026
Berita

MBG Adukan 6 Jaksa ke Komisi Kejaksaan Buntut Korupsi Jembatan yang Seret Nama Burhanuddin

27.04.2026
Berita

Massa Soroti 6 Jaksa Kejati Sultra Lamban Tangani Korupsi Jembatan Cirauci yang Seret Bupati Bombana

23.04.2026
Next Post

Pemda Konut Perkuat Budaya Sadar Hukum Lewat Pembentukan Posbankum dan Kadarkum Desa-Kelurahan

Leave Comment
  • Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Email: kendarinesia@gmail.com

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In