Kendari – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari memastikan pria yang diduga mengamuk di sebuah rumah makan bukan merupakan pegawai maupun petugas di lingkungan Lapas. Penegasan itu disampaikan setelah beredar narasi yang mengaitkan pria dalam video tersebut dengan petugas Lapas Kendari.
Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Mukhtar mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran internal usai narasi tersebut muncul. Alhasil, pihaknya tidak menemukan identitas pegawai seperti yang disebut dalam narasi yang beredar.
“Setelah kami menelaah video dan informasi yang beredar, dan kami juga langsung melakukan pengecekan terhadap pegawai dan petugas internal seperti yang dinarasikan, alhasil itu tidak ditemukan nama Ahmad,” kata Mukhtar kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Mukhtar menegaskan hasil pengecekan juga memastikan pria dalam video yang beredar bukan merupakan petugas maupun pegawai Lapas Kendari. Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai narasi yang beredar tanpa adanya verifikasi.
“Dan kami juga memastikan dalam video itu tidak ada pegawai maupun petugas Lapas Kendari seperti yang dinarasikan,” tegasnya.
Mukhtar pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang mencatut nama instansi. Ia juga meminta publik lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai narasi yang beredar sebelum ada informasi yang telah terverifikasi. Mari bersama-sama bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak lain,” tutup Mukhtar.
Sebelumnya, beredar narasi bahwa seorang pria disebut-sebut merupakan pegawai Lapas Kendari terlibat keributan di sebuah rumah makan yang berada di kawasan Eks MTQ Kendari, pada Minggu (19/7) sekitar pukul 04.30 Wita.






