Konawe Selatan – Situasi di lokasi pembakaran puluhan rumah tani milik warga di Desa Puao dan Sanggula, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), dipastikan kondusif, pada Sabtu (31/1).
Aparat kepolisian dari Polres Konawe Selatan bersama Polda Sultra masih disiagakan guna mengantisipasi potensi bentrok susulan pascakejadian tersebut. Personel gabungan melakukan patroli serta pendekatan persuasif kepada warga guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Insiden tersebut dipicu konflik lahan antarawarga dan perusahaan perkebunan sawit PT Marketindo Selaras (MS).

Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan, AKP Laode Muhammad Jefri Hamzah membenarkan situasi saat ini pascainsiden. Pihak kepolisian juga sudah melakukan olah TKP di lokasi bangunan dan fasilitas warga yang terdampak.
“Kemarin sore kita sudah lakukan olah TKP bersama dengan teman-teman dari Polda Sultra. Dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Jefri saat dikonfirmasi, pada Sabtu (31/1).
Ia menjelaskan, Polres Konawe Selatan berkolaborasi dengan Polda Sultra untuk memastikan penanganan konflik berjalan aman, profesional, dan objektif. Kepolisian juga berkomitmen mengedepankan langkah persuasif guna mencegah konflik meluas.
“Kami tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi bentrok susulan. Penanganan dilakukan secara serius agar situasi tetap kondusif dan tidak berdampak luas ke masyarakat lainnya,” tutup Jefri.

Terkait keberadaan personel polisi sebelum terjadinya pembakaran, Jefri mengungkapkan saat itu pihaknya sedang melakukan pengamanan proses olah TKP pembakaran motor karyawan perusahaan yang ditangani Ditreskrimum Polda Sultra di sekitar lokasi pengrusakan dan pembakaran. Setelah beberapa saat, polisi kemudian bergeser ke Polsek Angata.
“Dalam foto beredar itu, anggota Polsek Angata sedang memback up olah TKP yang dilakukan Polda Sultra sekitar pukul 13.00 Wita. Setelah selesai, semua personel kembali ke polsek sebelum kejadian pengrusakan. Nanti sekitar pukul 16.00 Wita, baru terjadi pengrusakan itu,” bebernya.
Ia pun mengimbau agar seluruh masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jefri meminta warga mempercayakan penanganan persoalan tersebut kepada aparat kepolisian agar situasi tetap aman dan kondusif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam peristiwa ini satu karyawan perusahaan mengalami luka dan sudah membuat laporan ke Polda Sultra. Kemudian, pihak warga yang mengalami rumah taninya dibakar juga sedang membuat laporan ke Polda Sultra.
(dil/knd)







