Bombana – Layanan kesehatan di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan usai viralnya keluhan warga di media sosial. Masyarakat setempat mengaku terpaksa merogoh kocek hingga Rp3 juta untuk menyewa kapal swasta guna merujuk pasien sakit ke rumah sakit di daratan Bombana, lantaran fasilitas ambulans laut milik pemerintah tidak beroperasi.
Seorang warga Kabaena, Sahrul, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Tiga unit ambulans laut yang sebelumnya disiagakan di wilayah tersebut kini dalam kondisi rusak dan tidak bisa digunakan. Akibatnya, warga tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan jasa kapal nelayan atau swasta dengan biaya tinggi.
“Minimal Rp3 juta untuk kapal-kapal kecil dari Kabaena ke Bombana kalau mau mengantar orang sakit. Sudah beberapa bulan warga sewa kapal karena tidak ada ambulans laut,” ujar Sahrul, pada Senin (19/1).
Dalam video yang beredar, terlihat sebuah kapal bersandar di Pelabuhan Kasipute, Bombana, membawa pasien rujukan. Perekam video menyayangkan beban ganda yang harus ditanggung warga; selain memikirkan biaya pengobatan, mereka harus lebih dulu pusing memikirkan biaya transportasi laut yang mahal demi mendapatkan layanan medis.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin, membenarkan bahwa armada ambulans laut yang beroperasi sejak 2022 memang sedang mengalami kerusakan dan dalam proses perbaikan (docking).
Sebagai solusi sementara, Darwin menyatakan pihaknya telah meminjam speed boat milik Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana untuk disiagakan di Pulau Kabaena. Ia menegaskan layanan kapal pengganti ini gratis karena biaya operasional ditanggung sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan. Ia pun menargetkan perbaikan ambulans laut utama akan rampung selambat-lambatnya akhir pekan ini.
“Kapal pengganti sudah standby di Kabaena dan layanannya gratis. Saya berjanji, minimal hari Jumat atau Minggu ini docking kapal ambulans sudah selesai dan dapat beroperasi lagi,” pungkasnya. (dil/knd)







