Kendari – Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Fikran, angkat bicara merespons aksi yang mengatasnamakan kepentingan mahasiswa belakangan ini. Ia menegaskan penolakan keras terhadap gerakan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di kampus tersebut.
Fikran menduga, aksi-aksi tersebut ditunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu yang belum bisa move on dari kepemimpinan lama.
“Jangan melakukan aksi dengan mengatasnamakan kepentingan mahasiswa, padahal itu hanya kepentingan kelompok pengikut mantan rektor yang sudah tidak lagi menjabat,” tegas Fikran dalam keterangannya, pada Rabu (4/2).
Menurutnya, narasi yang menyebut mahasiswa Unsultra sebagai “korban” adalah hal yang keliru. Fikran memastikan bahwa saat ini proses akademik dan perkuliahan di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Jamhir berjalan normal dan kondusif.
“Kami mahasiswa tidak merasa menjadi korban. Prof. Jamhir adalah rektor yang baik untuk Unsultra. Jadi jangan lagi ada kepentingan mantan rektor yang sudah pernah menjabat, lalu menjual kami sebagai mahasiswa untuk kepentingan tertentu,” imbuhnya.
Ia pun meminta semua pihak, termasuk pihak luar dan alumni, untuk menghormati mekanisme yang berlaku di kampus dan tidak menjadikan mahasiswa sebagai komoditas konflik elite.
(dil/knd)







