• Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Selasa, 17 Februari, 2026
  • Login
KendariNesia.Com
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
KendariNesia.Com
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
Home Kendari

Sampah Menumpuk di RSUD Bahteramas: Vendor Baru Diduga Tak Siap Alat dan Personel

Redaksi Kendarinesia by Redaksi Kendarinesia
02.01.2026
in Kendari
Tumpukan sampah yang ada di salah satu sudut RSUD Bahteramas. Foto: Dok istimewa/kendarinesia

Tumpukan sampah yang ada di salah satu sudut RSUD Bahteramas. Foto: Dok istimewa/kendarinesia

BACA JUGA

Owner Travel di Kendari Diamankan, 29 Jamaah Umrah Terlantar di Madinah

16.02.2026
Operasional Warkop Baiana (Baiana House) dipastikan tetap berjalan normal usai pelaksanaan RDP di DPRD Kota Kendari, pada Jumat (13/2). Foto: Dok Istimewa/kendarinesia

Hasil RDP DPRD Kendari: Baiana House Tetap Beroperasi Normal di Tengah Revisi Perda RTRW

14.02.2026

Kendari – Masalah serius melanda aspek kebersihan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Memasuki hari pertama tahun 2026, tumpukan sampah tampak terbengkalai di sejumlah gedung perawatan, pada Kamis (1/1).

Kondisi ini diduga dipicu oleh ketidaksiapan perusahaan penyedia jasa kebersihan (cleaning service) pemenang seleksi yang baru. Perusahaan tersebut disinyalir belum memiliki personel tetap dan peralatan kerja yang memadai untuk menjalankan operasional di rumah sakit pelat merah tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan kantong-kantong sampah masih berhamburan di depan beberapa gedung perawatan sejak siang hingga menjelang sore hari.

Pekerja Tertekan karena Kontrak Tak Jelas

Sengkarut ini kian rumit setelah sejumlah petugas kebersihan dari perusahaan lama dikumpulkan untuk bertemu pimpinan perusahaan baru. Salah seorang petugas kebersihan, Dena (46), mengungkapkan bahwa transisi vendor ini menyisakan ketidakpastian bagi para pekerja.

Dena menyebut perusahaan baru tersebut dijadwalkan mulai bekerja per Januari 2026. Namun, hingga saat ini proses administrasi bagi para pekerja belum tuntas.

“Kami dipanggil datang, tetapi belum ada penandatanganan kontrak kerja,” ujar Dena.

Informasi yang dihimpun menyebutkan para pekerja merasa tertekan karena diminta segera bekerja tanpa ada kejelasan hitam di atas putih mengenai masa depan pekerjaan dan besaran upah yang akan mereka terima.

“Kami takut diberhentikan kalau tidak datang, tapi kontrak dan gaji belum jelas,” keluh salah satu pekerja lainnya.

Manajemen RSUD Bahteramas Irit Bicara

Terkait kondisi ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Bahteramas, Syaiful, belum memberikan penjelasan detail mengenai alasan terjadinya tumpukan sampah di area pelayanan kesehatan tersebut. Ia mengarahkan agar persoalan ini dikonfirmasi kepada Tim Seleksi Katalog yang menangani pemilihan vendor.

Anggota Tim Seleksi, Ardi, menjelaskan bahwa penunjukan perusahaan penyedia jasa kali ini tidak melalui jalur tender konvensional, melainkan berdasarkan sistem katalog elektronik.

“Pemilihan perusahaan dilakukan berdasarkan katalog yang dimasukkan oleh perusahaan dalam sistem,” jelas Ardi.

Meski demikian, Ardi enggan menanggapi lebih jauh mengenai kesiapan infrastruktur dan personel dari perusahaan yang mereka pilih. Sementara itu, Ketua Tim Seleksi yang juga Kepala Bagian Umum RSUD Bahteramas, Nani, belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Kondisi sampah yang menumpuk di fasilitas kesehatan dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan pasien serta standar higienitas rumah sakit jika tidak segera ditangani secara profesional. (tim/knd)

BERITA TERKAIT

Hukum

Owner Travel di Kendari Diamankan, 29 Jamaah Umrah Terlantar di Madinah

16.02.2026
Ilustrasi polisi melakukan olah TKP pada kejadian pembunuhan di Lalodati. Foto: Grafis Ai/kendarinesia
Hukum

Sakit Hati Ditagih Utang 5 Juta, Pria di Kendari Nekat Habisi Nyawa Wanita Secara Sadis

12.02.2026
Insiden kebakaran yang menghanguskan satu rumah dan dua kios di Jalan Taman Suropati, Mandonga, pada Selasa (10/2) siang. Foto: Dok tangkapan layar video/kendarinesia
Kendari

Penyebab Masih Diselidiki, Kebakaran di Mandonga Akibatkan Kerugian Hingga Rp 100 Juta

10.02.2026
Next Post
Terduga pelaku R yang kini harus mendekam dibalik jeruji Polda Sultra.

Sebar Konten Porno di FB dan WA, Remaja 17 Tahun di Kendari Diciduk Polisi

Leave Comment
  • Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Email: kendarinesia@gmail.com

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In