Kendari – Aksi seorang pria di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi perhatian publik setelah terekam kamera pengawas (CCTV) menarik kembali mimbar masjid yang sebelumnya ia sumbangkan. Rekaman tersebut viral di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet.
Pria tersebut diketahui berinisial AMR, warga Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Halu Oleo (UHO), Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Dalam video yang beredar, AMR terlihat seorang diri mengeluarkan mimbar dari dalam masjid tanpa mendapat perlawanan dari warga sekitar.
Peristiwa itu disebut terjadi tak lama setelah pemilihan Ketua RT 17 Kelurahan Kambu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan AMR setelah kalah dalam pemilihan Ketua RT yang digelar pada Minggu (21/12).
Dalam pemilihan tersebut, AMR hanya memperoleh 9 suara, sementara kandidat lainnya unggul jauh dengan 42 suara.
Lurah Kambu, Harisman, membenarkan adanya insiden penarikan mimbar tersebut. Ia mengatakan, persoalan itu telah ditangani oleh pihak kelurahan bersama unsur terkait dan diselesaikan melalui mediasi secara kekeluargaan.
“Permasalahan ini sudah kami selesaikan secara baik-baik. Yang bersangkutan juga sudah membuat surat pernyataan,” ujar Harisman saat dikonfirmasi, pada Selasa (23/12).
Harisman menjelaskan, proses mediasi turut disaksikan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Ketua RW setempat. Dalam pertemuan itu, AMR menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya dan bersedia menjaga kondusivitas lingkungan.
Meski telah dimediasi, mimbar yang sempat ditarik tidak dikembalikan ke masjid. Sebagai solusi, warga bersama pengurus masjid sepakat untuk membeli mimbar baru agar kegiatan ibadah tetap berjalan normal.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik, terlebih di tengah rencana Pemerintah Kota Kendari pada 2026 yang akan mengalokasikan anggaran Rp100 juta untuk setiap RT. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan berbasis masyarakat di tingkat lingkungan. (dil/knd)






