• Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Kamis, 19 Februari, 2026
  • Login
KendariNesia.Com
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
KendariNesia.Com
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
Home Sosbud

Seni Cadas Tertua Dunia Ditemukan di Muna Sultra, Usianya 67.800 Tahun

Redaksi Kendarinesia by Redaksi Kendarinesia
23.01.2026
in Sosbud
Proses penelitian seni cadas di Liang Metanduno, Pulau Muna. Lukisan tangan dan figuratif di gua ini memecahkan rekor dunia sebagai yang tertua, menggeser temuan sebelumnya di Maros-Pangkep dan Spanyol. Foto: Dok Istimewa/kendarinesia

Proses penelitian seni cadas di Liang Metanduno, Pulau Muna. Lukisan tangan dan figuratif di gua ini memecahkan rekor dunia sebagai yang tertua, menggeser temuan sebelumnya di Maros-Pangkep dan Spanyol. Foto: Dok Istimewa/kendarinesia

BACA JUGA

Oknum ASN berinisial JH resmi ditahan di Mapolres Buton atas kasus pencabulan anak. Foto: Dok. Polres Buton/kendarinesia

Oknum PNS Pemda Buton ‘Berulah Lagi’ Diduga Cabuli 2 Siswi SD, Kini Ditahan Polisi

18.02.2026
Petugas pemadam kebakaran saat menjinakkan api yang melahap lantai dua rumah di Puuwatu, Kendari, pada Selasa (17/2). Foto: Dok Damkar Kendari/kendarinesia

Ibu dan 6 Anaknya di Kendari Nyaris Terjebak Api saat Rumahnya Terbakar

17.02.2026

Muna – Indonesia kembali mencatatkan sejarah penting dalam peradaban manusia. Tim peneliti gabungan berhasil menemukan seni cadas tertua di dunia berupa cap tangan di Liang Metanduno, Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Lukisan purba ini diperkirakan berusia setidaknya 67.800 tahun.

Penemuan spektakuler ini secara otomatis menggeser rekor sebelumnya yang dipegang oleh lukisan gua di Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (51.200 tahun) serta seni cadas purba di Spanyol. Peneliti Pusat Riset Arkeometri Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adhi Agus Oktaviana, menjelaskan bahwa penanggalan dilakukan menggunakan teknik canggih laser-ablation uranium-series pada lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan.

“Analisis menunjukkan umur seni cadas atau cap tangan di Liang Metanduno, Pulau Muna ini mencapai 71,6 ± 3,8 ribu tahun, sehingga usia minimumnya ditetapkan 67.800 tahun,” ungkap Adhi dalam keterangan resminya, pada Kamis (22/1).

Kepala Pusat Arkeometri BRIN, Sofwan Noewidi, menambahkan bahwa temuan ini mengubah pandangan dunia terhadap kawasan Wallacea. Wilayah ini bukan sekadar jalur lintasan menuju Australia, melainkan terbukti menjadi ruang hidup utama manusia modern awal yang mampu menyeberangi lautan secara sengaja hampir 70 ribu tahun silam.

Hasil riset kolaborasi BRIN, Griffith University, dan Southern Cross University ini pun telah dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Nature pada 21 Januari 2026. (dil/knd)

BERITA TERKAIT

Warga Desa Walandawe, Kecamatan Routa, bekerja sama membakar ikan segar di atas bara api tradisional dalam perayaan pesta panen padi tahunan. Foto: Dok Istimewa/kendarinesia
Sosbud

Pesta Panen Padi di Routa Konawe Jadi Simbol Syukur dan Kebersamaan Warga

08.02.2026
Next Post
Korban kekerasan di PT IPIP Kolaka. Foto: Dok Istimewa/kendarinesia

Viral! Baku Hantam Pekerja di PT IPIP Kolaka, Polisi Amankan 2 WNA

Leave Comment
  • Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Email: kendarinesia@gmail.com

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In