• Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Selasa, 10 Februari, 2026
  • Login
KendariNesia.Com
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
KendariNesia.Com
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
Home Politik

Sah! Jaelani Kembali Pimpin PKB Sultra 2026-2031, Gaungkan ‘Politik Kehadiran’

Redaksi Kendarinesia by Redaksi Kendarinesia
04.02.2026
in Politik
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) bersama jajaran pengurus DPW PKB Sulawesi Tenggara saat rangkaian pelantikan dan Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang) di Jakarta, pada Selasa (3/2). Foto: Dok Istimewa/kendarinesia.

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) bersama jajaran pengurus DPW PKB Sulawesi Tenggara saat rangkaian pelantikan dan Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang) di Jakarta, pada Selasa (3/2). Foto: Dok Istimewa/kendarinesia.

Estafet kepemimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara kembali berada di tangan Jaelani. Melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) beberapa waktu lalu, Jaelani secara aklamasi dipercaya memimpin PKB Sultra untuk periode 2026–2031.

Keputusan tersebut kemudian dikukuhkan dalam pelantikan serentak pengurus DPW PKB se-Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. Agenda nasional ini menjadi penanda dimulainya babak baru konsolidasi internal PKB di seluruh daerah.

Dalam struktur kepengurusan DPW PKB Sultra yang baru, Muhammad Chozin ditetapkan sebagai Ketua Dewan Syura dengan Muhammad Irpani Thalib sebagai sekretaris. Sementara itu, Jaelani memimpin Dewan Tanfidz, didampingi Al Rasid Tamil sebagai sekretaris dan Ali Mardan sebagai bendahara.

BACA JUGA

Warga Konsel dibuat heboh penemuan bayi di dalam kardus yang disimpan di depan sebuah kios milik warga. Foto: Dok istimewa/kendarinesia.

Dibuang Begitu Saja di Depan Kios, Bayi Perempuan dalam Dus di Konsel Picu Kemarahan Publik

09.02.2026
Personel Tim Rescue Damkar Kota Kendari saat berjibaku mengevakuasi ular piton sepanjang 7 meter dari atas plafon rumah warga di Kelurahan Kemaraya, pada Minggu (8/2). Foto: Dok Istimewa/kendarinesia

Dikira Jejak Kaki Manusia, Ular Piton 7 Meter di Plafon Rumah Warga Kemaraya Kendari Dievakuasi

09.02.2026

Pelantikan kali ini tidak hanya bersifat administratif. Seluruh ketua, sekretaris, dan bendahara DPW diwajibkan menandatangani kontrak komitmen serta kontrak kinerja. Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB juga menyertakan Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang) sebagai ruang penguatan ideologi dan orientasi kader.

Bagi Jaelani, momen ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan periode kedua ini menjadi titik tekan implementasi visi besar yang ia sebut sebagai Politik Kehadiran.

“Politik harus kembali ke fungsi dasarnya: hadir dan bekerja di tengah rakyat, terutama saat mereka berada dalam kesulitan,” kata Jaelani dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani menilai politik tidak boleh berhenti pada perebutan kekuasaan. Jabatan, menurutnya, hanyalah instrumen untuk memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di akar rumput.

Ia meminta seluruh kader PKB, baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif, untuk tidak membangun jarak dengan konstituen. Komunikasi harus terbuka, responsif, dan berlangsung setiap waktu tanpa memandang latar belakang sosial warga.

“Kader PKB harus menjadi lokomotif perubahan dan teladan di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Lebih jauh, Jaelani menekankan bahwa politik kehadiran menuntut respons cepat dalam situasi krisis. Mulai dari bencana alam, konflik agraria, hingga gagal panen. Dalam situasi seperti itu, kader PKB harus menjadi pihak pertama yang turun tangan, bukan sekadar hadir menjelang pemilu.

“PKB Sultra harus menjadi rumah aspirasi. Jika ada kader yang abai terhadap penderitaan rakyat, itu berarti ia telah menjauh dari khittah perjuangan partai,” ujarnya.

DPW PKB Sultra berfoto bersama usai pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2031 yang digelar secara serentak di Jakarta, pada Selasa (3/2). Foto: Dok Istimewa/kendarinesia.

Jaelani juga mendorong kader di parlemen untuk bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah yang tidak berpihak pada masyarakat kecil. Salah satu fokusnya adalah pengawalan anggaran agar benar-benar dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi sektor riil.

Fokus Kedaulatan Petani, Nelayan dan Kelestarian Lingkungan

Dalam kerangka politik kehadiran, sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama. Jaelani menyebut mayoritas masyarakat Sultra masih bergantung pada sektor ini, sehingga kebijakan pertanian harus menjadi prioritas.

Ia menekankan pentingnya jaminan ketersediaan pupuk, stabilitas harga pasca panen, serta kemudahan akses permodalan bagi petani kecil. Prinsip keberpihakan ini, kata Jaelani, sejalan dengan arahan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan dampak kesehatan akibat penggunaan bahan kimia berlebihan, Jaelani juga mendorong transisi menuju sistem pertanian organik. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas lahan sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian Sultra.

“Petani tidak boleh terus bergantung pada input mahal. Pertanian organik memberi peluang nilai tambah dan akses ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Regenerasi petani melalui penguatan peran petani milenial juga menjadi perhatian, sebagai investasi jangka panjang ketahanan pangan daerah.

Di sektor kelautan dan perikanan, Jaelani menyoroti pentingnya penguatan armada nelayan lokal serta perlindungan wilayah tangkap dari praktik penangkapan ilegal. Ia juga mendorong hilirisasi produk perikanan agar nelayan tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah.

Sementara di sektor peternakan, PKB Sultra diarahkan mengembangkan program penggemukan ternak berbasis komunitas yang terintegrasi dengan ketersediaan pakan lokal, guna meningkatkan pendapatan keluarga pedesaan.

Isu kehutanan dan lingkungan turut mendapat perhatian serius. Jaelani menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya hutan harus berjalan seiring dengan rehabilitasi lahan dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh mewariskan kerusakan lingkungan kepada generasi berikutnya. Pembangunan harus adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pengukuhan kembali Jaelani di pucuk kepemimpinan diharapkan menjadi energi baru bagi PKB Sultra untuk bertransformasi menjadi partai yang solutif, berwawasan hijau, dan konsisten membela kepentingan rakyat kecil di Bumi Anoa.

(dil/knd)

BERITA TERKAIT

Pria di Kendari tarik mimbar masjid yang sudah disumbangkan usai diduga kalah pada pemilihan RT. Foto: Dok istimewa/kendarinesia.
Berita

Viral, Pria di Kendari Tarik Mimbar Masjid Usai Diduga Kalah pada Pemilihan RT

23.12.2025
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Gubernur Sultra Andi Sumangerukka meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri 823/Raja Wakaaka di Baubau. Foto: Diskominfo Sultra / kendarinesia
Berita

Perkuat Pertahanan Wilayah Timur, Menhan dan Gubernur Sultra Tinjau Yonif 823 Baubau

05.11.2025
Politik

Gencatan Senjata, Warga Palestina Kembali ke Gaza Utara yang Kini Rata dengan Tanah

12.10.2025
Next Post

Ketua MPM Unsultra: Jangan Jual Nama Mahasiswa Demi Kepentingan Mantan Rektor!

Leave Comment
  • Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Email: kendarinesia@gmail.com

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In