Kendari – Pemilik biro perjalanan PT Travelina Indonesia berinisial AK (28) diamankan aparat kepolisian setelah kasus penelantaran 29 jamaah umrah di Jeddah, Arab Saudi, viral di media sosial.
Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, membenarkan pengamanan tersebut.
“Iya, yang bersangkutan kami amankan karena banyak pihak mencarinya,” ujar Ariel kepada wartawan, pada Senin (16/2).
AK diamankan di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, pada Minggu (15/2) malam. Berdasarkan informasi, yang bersangkutan baru saja melangsungkan pernikahan pada siang harinya sebelum diamankan polisi.
Ariel menjelaskan, sebanyak 29 jamaah asal Kendari terlantar di Jeddah tanpa penginapan dan konsumsi setibanya di sana. Para jamaah tersebut kemudian mendapat bantuan setelah rombongan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengetahui kondisi mereka.
“Sebanyak 29 jamaah ini terlantar di Jeddah. Mereka kemudian dibantu oleh Wali Kota Kendari bersama warga Kendari yang berada di sana dengan menanggung biaya kebutuhan sementara,” jelasnya.
Awalnya, total jamaah yang berangkat berjumlah 64 orang dan tiba di Jakarta. Namun, keterlambatan penerbitan visa menyebabkan tiket keberangkatan hangus. Selanjutnya, 29 jamaah bersama satu pembimbing umrah membeli tiket baru dan diberangkatkan ke Jeddah, sementara 35 jamaah lainnya memilih kembali ke Kendari dengan biaya mandiri.
Setibanya di Jeddah, 29 jamaah tersebut tidak mendapatkan fasilitas penginapan dan konsumsi sebagaimana dijanjikan, sehingga sempat terlantar. Setelah dilakukan koordinasi dan diskusi, para jamaah akhirnya dapat memasuki hotel untuk beristirahat.
Saat ini, AK telah diamankan untuk proses pendalaman lebih lanjut. Kepolisian masih melakukan pemeriksaan guna menentukan status hukum yang bersangkutan.
(dil/knd)






