Kendari – Asrama putri Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As Saniy di Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Muna Barat (Mubar), ludes dilahap si jago merah pada Jumat (13/2) dini hari. Insiden ini terjadi di lokasi yang sama dengan dugaan kasus pelecehan empat santriwati yang tengah mencuat.
Kapolsek Kusambi, Iptu Ahmad Amin, mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.10 WITA. Sebelum api berkobar, seorang santri yang tengah melakukan kontrol lingkungan sempat melihat sosok orang mencurigakan di belakang asrama putri.
“Saksi sempat berteriak melihat orang mencurigakan, namun saat dikejar ke arah kebun, orang tersebut sudah tidak ditemukan,” ujar Ahmad Amin, pada Jumat (13/2).
Tak lama setelah kemunculan sosok misterius itu, api tiba-tiba menyala di bagian ujung timur asrama. Santri dan pengurus pondok sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum akhirnya api padam total sekitar pukul 02.30 WITA setelah hujan deras mengguyur lokasi.
Bangunan semi permanen berlantai dua tersebut hangus terbakar beserta barang-barang pribadi santri seperti Al-Qur’an, ijazah, dan pakaian. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiel ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau sabotase di tengah kasus hukum yang sedang berjalan di pondok tersebut.
(dil/knd)







