Konawe – Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jaelani, meresmikan program budidaya ikan sistem bioflok di Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (26/7/2026). Program tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pesantren.
Peresmian bioflok itu merupakan realisasi program aspirasi masyarakat yang diperjuangkan Jaelani melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Selain menjadi sumber pemenuhan kebutuhan protein bagi para santri, program ini juga dirancang sebagai media pembelajaran kewirausahaan berbasis budidaya perikanan.
“Bioflok ini adalah program aspirasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang kita hadirkan agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi,” ujar Jaelani dalam sambutannya.
Teknologi bioflok dinilai mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan di lahan yang terbatas dengan sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui program tersebut, pesantren diharapkan dapat mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan.
Selain meresmikan fasilitas bioflok, Jaelani juga menyerahkan bantuan beras kepada para santri dan masyarakat sekitar melalui kegiatan bertajuk Berbagi Beras Menghadirkan Cinta. Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi penerima.
“Berbagi beras ini bukan sekadar memberi bantuan fisik, tetapi tentang menghadirkan cinta, kepedulian, dan kebersamaan di tengah-tengah kita. Semoga ini membawa keberkahan bagi Pondok Pesantren Al-Muhajirin dan warga Konawe,” katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Jaelani kepada pesantren. Menurutnya, bantuan bioflok dan bahan pangan tersebut akan menunjang operasional pesantren sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para santri dalam mengembangkan keterampilan di bidang budidaya perikanan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan peninjauan langsung ke lokasi kolam bioflok oleh Jaelani bersama pengurus pesantren serta tokoh masyarakat setempat.






