Konawe – Pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial TS (42) dan NL, menjadi korban pengeroyokan sekelompok pria saat sedang berjualan. Aksi pengeroyokan ini terjadi setelah korban menegur para pelaku yang berbuat onar dan mabuk di lokasi jualan korban.
Kasatreskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, mengonfirmasi adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengejar para pelaku yang terlibat.
“Iya, sudah ada aduannya, sedang kami lakukan penyelidikan,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, pada Rabu (14/1).
Peristiwa ini bermula saat korban TS sedang berjualan kopi di kawasan ICP Unaaha, Kabupaten Konawe, pada Selasa (13/1) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Secara tiba-tiba, seorang pria datang dalam kondisi memegang minuman keras (miras) sambil berteriak dengan kata-kata kasar.
Merasa terganggu, TS kemudian menegur pria tersebut agar tidak berbuat onar di tempat jualannya. Namun, teguran itu justru memicu amarah rekan-rekan pelaku.
“Saya tegur baik-baik, tapi satu temannya memutar dari belakang dan langsung piting saya. Setelah itu saya dikeroyok tiga orang,” ungkap TS.
Situasi semakin memanas saat TS terjatuh ke tanah akibat serangan bertubi-tubi. Sang istri, NL, yang melihat kejadian itu langsung berusaha melerai. Bukannya berhenti, para pelaku malah turut menganiaya NL dengan menarik bajunya dan melayangkan pukulan ke arah wajah.
Aksi brutal para pelaku baru terhenti setelah warga yang berada di lokasi kejadian datang untuk melerai. Melihat massa berkumpul, para pelaku langsung melarikan diri dari kawasan ICP Unaaha.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, TS langsung melaporkan kejadian ke Polres Konawe pada malam yang sama. Ia menyebut bahwa saat ini diduga sudah ada satu pelaku yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
“Tadi malam langsung lapor polisi, sepertinya sudah ada yang ditangkap satu orang,” pungkas TS.






