Kendari – Tim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan delapan remaja perempuan yang terlibat aksi perkelahian di Jalan Baru, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, pada Senin (12/1) dini hari.
Aksi baku hantam ini dipicu oleh masalah sepele, yakni saling ejek, yang kemudian berujung pada aksi saling tantang di jalanan. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, berikut adalah kronologi lengkap peristiwa tersebut:
Bermula dari Ejekan di Kawasan MTQ
Konflik bermula saat kedelapan remaja berinisial AZ, MU, SA, PN, CA, NA, IN, dan AY ini bertemu di kawasan pelataran MTQ Kendari. Di lokasi tersebut, salah satu remaja melontarkan ejekan kepada remaja lainnya dengan menyebut kakinya “pekaru” atau kurapan.
“Awalnya itu ketemu di MTQ, salah satu perempuan mengejek yang lainnya dengan perkataan yang menyinggung, katanya kakinya pekaru,” jelas Dantim Perintis Presisi, Bripka Boy Sagita.
Tersinggung dan Janjian Bertemu
Tak terima dengan ejekan fisik tersebut, pihak yang tersinggung merasa sakit hati hingga situasi memanas. Mereka kemudian bersepakat untuk bertemu kembali di lokasi lain guna menyelesaikan perselisihan tersebut melalui duel fisik.
Bentrokan Pertama Sempat Bubar
Sebelum diamankan polisi, kelompok remaja ini sebenarnya sempat bertemu di suatu lokasi dan terlibat aksi saling hantam. Namun, keributan tersebut sempat terhenti dan mereka sempat membubarkan diri.
Baku Hantam Susulan di Jalan Baru
Ternyata perselisihan belum usai. Mereka kembali bertemu untuk kedua kalinya di Jalan Baru, Kelurahan Lalolara sekitar pukul 02.30 Wita. Di lokasi inilah aksi baku hantam kembali pecah dan memicu perhatian warga sekitar.
Penangkapan oleh Tim Perintis Presisi
Menerima laporan adanya keributan, Tim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra langsung bergerak cepat ke lokasi. Polisi berhasil mencegah keributan semakin meluas dan mengamankan kedelapan remaja tersebut tanpa perlawanan.
Pembinaan di Polsek Poasia
Guna memberikan efek jera, para remaja tersebut langsung dibawa ke Polsek Poasia. Selain dilakukan pendataan, polisi juga memanggil orang tua masing-masing remaja untuk mendampingi proses pembinaan.
“Kita amankan di Polsek Poasia dan kita panggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Bripka Boy. (dil/knd)







