Konawe Selatan – Seorang buruh perkebunan kelapa sawit PT Marketindo Selaras (MS) menjadi korban pembacokan sadis oleh sekelompok warga di Desa Lamooso, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), pada Jumat (30/1). Peristiwa berdarah ini diduga kuat dipicu oleh konflik sengketa lahan yang berkepanjangan antara perusahaan dan warga setempat.
Korban bernama Abdul Salam (37) mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Sabetan senjata tajam mengenai paha, punggung, dan kepala. Bahkan, tangan korban dilaporkan nyaris putus akibat serangan tersebut. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Bahteramas, Kota Kendari, setelah sebelumnya sempat ditangani di puskesmas terdekat.
Rekan kerja korban, Kusrin (27), menceritakan kronologi mencekam itu bermula saat mereka hendak bekerja di area perkebunan. Tanpa diduga, pergerakan para pekerja ternyata telah dipantau oleh sekelompok warga yang bersiaga di atas bukit dengan membawa berbagai senjata tajam seperti parang, tombak, busur, hingga batu.
“Korban yang lebih dulu tiba terjebak. Saat berusaha menyelamatkan diri, korban tersandung dan langsung dibacok di bagian tangan, kepala, dan paha,” ungkap Kusrin, pada Minggu (1/2).
Kusrin menyebut, kelompok penyerang diduga merupakan warga yang mengklaim lahan perkebunan yang telah dibeli oleh PT MS. Ia menyayangkan aksi brutal tersebut, mengingat para buruh hanyalah pekerja yang mencari nafkah sesuai perintah perusahaan dan tidak mengetahui detail persoalan sengketa lahan.
“Karyawan hanya bekerja sesuai perintah perusahaan dan tidak mengetahui persoalan sengketa lahan,” tegasnya.
Pihak keluarga korban kini mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
(dil/knd)







