• Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Minggu, 15 Maret, 2026
  • Login
KendariNesia.Com
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
KendariNesia.Com
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
Home Berita

Kolaborasi Multipihak Dinilai Penting untuk Menjaga Biodiversitas Pulau Wawonii, Konkep

Redaksi Kendarinesia by Redaksi Kendarinesia
10.03.2026
in Berita

Konawe Kepulauan – Upaya menjaga keanekaragaman hayati di pulau kecil seperti Wawonii tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Kompleksitas ekosistem, keterbatasan daya dukung lingkungan, serta berbagai tekanan pemanfaatan ruang membuat perlindungan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara akademisi, perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.

Pendekatan kolaboratif tersebut tercermin dalam kegiatan pemantauan biodiversitas darat dan laut di Pulau Wawonii, khususnya wilayah Wawonii Tenggara. Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan sejak 2023 hingga 2025 oleh Peneliti Biodiversitas PT Erdas Dwi Konsultan sekaligus Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Faisal Danu Tuheteru, bekerja sama dengan PT Gema Kreasi Perdana (GKP).

Menurut Prof Danu, Pulau Wawonii memiliki karakter ekologi yang unik dan kompleks. Dalam satu bentang alam, pulau kecil ini memiliki ekosistem mangrove, hutan dataran rendah, hingga hutan ultramafik yang secara geologi kaya mineral dan relatif jarang ditemukan di wilayah lain.

BACA JUGA

Cek Pos PAM di Konsel, Kapolda Sultra Tekankan Pelayanan Baik dan Humanis untuk Masyarakat

14.03.2026

Dituding Curi Mesin Crusher, Ruksamin Balik Laporkan Politisi NasDem Konut ke Polisi

12.03.2026

“Kondisi seperti ini membutuhkan pengelolaan yang hati-hati dan berbasis data. Tidak cukup hanya dengan asumsi atau narasi sederhana. Di sinilah kolaborasi riset menjadi penting,” ujar Prof Danu melalui keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Riset Kolaboratif Jadi Basis Pengelolaan Lingkungan

Hasil pemantauan menunjukkan indeks keanekaragaman hayati di sejumlah titik pengamatan berada dalam kondisi stabil, bahkan meningkat di beberapa lokasi.

Dari kelompok fauna, tercatat 27 jenis burung endemik Sulawesi, dengan 16 di antaranya merupakan catatan baru di Pulau Wawonii. Pada kelompok kelelawar, enam dari 11 jenis yang teridentifikasi juga merupakan temuan baru dibandingkan data penelitian sebelumnya yang tercatat dalam buku Daftar Jenis Tumbuhan di Pulau Wawonii Sulawesi Tenggara serta Pulau Wawonii: Keanekaragaman Ekosistem, Flora, dan Fauna yang diterbitkan LIPI pada 2015.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa biodiversitas Wawonii selama ini belum sepenuhnya terdokumentasi. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya pemantauan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan terbuka.

“Tanpa kolaborasi, data-data ini tidak akan muncul. Perusahaan menyediakan dukungan program, akademisi memastikan metodologi ilmiah, dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain inventarisasi hayati, tim peneliti juga melakukan analisis kualitas air sungai, air laut, sedimen, hingga kandungan logam berat pada biota ikan. Hasilnya menunjukkan seluruh parameter masih berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan dalam regulasi nasional maupun standar internasional.

Bagi PT GKP, hasil riset tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan lingkungan, termasuk dalam kegiatan reklamasi pascatambang.

Environment & Forestry Superintendent PT GKP, Badrus Soleh, mengatakan data hasil pemantauan biodiversitas menjadi rujukan utama dalam menentukan pendekatan reklamasi yang lebih adaptif dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

“Reklamasi bukan sekadar kewajiban regulasi. Dengan dukungan data ilmiah, kami bisa memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, mulai dari tanaman pionir, tanaman pakan satwa, hingga jenis yang berpotensi mengembalikan fungsi ekosistem secara bertahap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari sekitar 114 jenis tumbuhan yang telah teridentifikasi, data tersebut kini menjadi dasar pengembangan persemaian atau nursery perusahaan untuk mendukung program reklamasi jangka panjang.

Peran Masyarakat Menjaga Ekosistem

Kolaborasi dalam menjaga lingkungan juga melibatkan masyarakat setempat. Kesadaran warga pesisir dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di pulau kecil tersebut.

Sejumlah warga pesisir Wawonii Tenggara mengaku praktik penangkapan ikan yang merusak kini semakin jarang terjadi. Metode seperti penggunaan bahan peledak perlahan ditinggalkan karena meningkatnya kesadaran masyarakat serta adanya sosialisasi dan pengawasan.

“Sekarang sudah hampir tidak ada lagi yang pakai bom ikan. Ada sosialisasi dan pengawasan. Kami juga sadar laut ini harus dijaga supaya anak-cucu kami masih bisa melaut,” kata Hasanudin, warga Desa Dompo-Dompo Jaya.

Prof Danu kembali menegaskan keberlanjutan lingkungan di pulau kecil seperti Wawonii tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya satu jenis aktivitas ekonomi semata.

“Tekanan terhadap ekosistem bisa datang dari berbagai arah. Karena itu menjaga Wawonii harus menjadi tanggung jawab bersama. Kolaborasi dan kesadaran kolektif adalah kunci agar aktivitas ekonomi dan ekologi dapat berjalan berdampingan,” tutupnya.

Penulis: dil/knd

BERITA TERKAIT

Berita

Cek Pos PAM di Konsel, Kapolda Sultra Tekankan Pelayanan Baik dan Humanis untuk Masyarakat

14.03.2026
Berita

Dituding Curi Mesin Crusher, Ruksamin Balik Laporkan Politisi NasDem Konut ke Polisi

12.03.2026
Berita

342 Warga Binaan Rutan Kendari Diusulkan Terima Remisi Khusus Idulfitri 2026

12.03.2026
Next Post

Gojo Resmi Kerja Sama dengan Lanud Haluoleo, Hadirkan Transportasi Digital di Bandara

Leave Comment
  • Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Email: kendarinesia@gmail.com

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In