• Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Jumat, 1 Mei, 2026
  • Login
KendariNesia.Com
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
No Result
View All Result
KendariNesia.Com
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga
Home Berita

Polisi Sebut Kapal Nelayan Dihantam Tongkang di Perairan Tampo Muna Diduga gegara Memotong Jalur

Redaksi by Redaksi
18.10.2025
in Berita, Daerah

Muna – Insiden nelayan dihantam kapal tongkang di perairan Tampo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), terekam jelas dalam video yang beredar, pada Sabtu (18/10). Dalam video itu, kapal nelayan berwarna putih tampak tersangkut di tali towing atau tali penarik kapal tongkang sebelum akhirnya tertabrak keras.

Peristiwa terjadi siang hari. Dari tiga nelayan di kapal, satu orang bernama Muhtari (48) berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya La Rone dan La Onus masih dalam pencarian tim SAR gabungan yang dikoordinasikan Basarnas Kendari.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra, AKBP Tendri Wardi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, hasil pemeriksaan awal dan laporan dari anggota di lapangan menunjukkan kapal nelayan itu diduga memotong jalur di antara tugboat dan tongkang yang sedang melintas.

BACA JUGA

DPRD Sultra Sebut Longsor PT Almharig Aman, Air Warga Tak Terdampak

27.04.2026

MBG Adukan 6 Jaksa ke Komisi Kejaksaan Buntut Korupsi Jembatan yang Seret Nama Burhanuddin

27.04.2026

“Dari laporan anggota di lapangan serta video yang dikirim ABK, terlihat kapal longboat melintas di tengah antara kapal tongkang dan tugboat,” ujar Tendri.

Menurutnya, manuver seperti itu sangat berbahaya dan melanggar aturan keselamatan pelayaran. Kapal kecil berisiko tersangkut atau tertarik tali towing yang sedang menegang di antara kapal besar.

“Ini benar-benar tidak diperbolehkan dalam pelayaran, karena berisiko tinggi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kapal nelayan tersebut diduga tersangkut di tali penarik tongkang hingga menyebabkan mesin mati. Menyadari bahaya, tiga nelayan di atas kapal langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

“Kapal longboat mengalami mesin mati setelah tersangkut tali tarik tongkang. Ketiga penumpang langsung melompat mencari pertolongan,” jelasnya.

Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan laut itu. Tim Ditpolairud Polda Sultra terus berkoordinasi dengan Basarnas Kendari untuk memastikan proses pencarian dua nelayan yang hilang berjalan maksimal.

“Kita masih melakukan penyelidikan dan memastikan semua fakta di lapangan. Dua nelayan masih dalam pencarian sampai saat ini,” tutup Tendri.

BERITA TERKAIT

Berita

DPRD Sultra Sebut Longsor PT Almharig Aman, Air Warga Tak Terdampak

27.04.2026
Berita

MBG Adukan 6 Jaksa ke Komisi Kejaksaan Buntut Korupsi Jembatan yang Seret Nama Burhanuddin

27.04.2026
Berita

Massa Soroti 6 Jaksa Kejati Sultra Lamban Tangani Korupsi Jembatan Cirauci yang Seret Bupati Bombana

23.04.2026
Next Post

Kalimantan Timur Juara Umum STQH Nasional 2025 di Kendari

Leave Comment
  • Home
  • About
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Hubungi Kami
Email: kendarinesia@gmail.com

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Kendari
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • BelanjaPintar
  • Olahraga

Copyright © 2025 KendariNesia.Com All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In