Kendari – Aksi kekerasan antar pelajar kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Kendari. Seorang siswa berinisial AM menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pelajar lain di Jalan Tobuha, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, pada Rabu (4/2) sore.
Kakak korban, SR, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat AM sedang dalam perjalanan pulang sekolah menggunakan sepeda motor sekitar pukul 16.00 WITA. Di tengah jalan, korban berpapasan dengan sekelompok siswa yang diduga berasal dari salah satu SMK di Kendari. Tanpa alasan jelas, korban langsung dicegat dan dianiaya.
“Awalnya adik saya berboncengan sepulang dari sekolah. Saat di jalan, mereka berpapasan dengan sekelompok anak sekolah lain, lalu tiba-tiba terjadi pemukulan,” ujar SR saat memberikan keterangan, Jumat (6/2).
SR menyebut, pelaku pengeroyokan diperkirakan berjumlah sembilan orang. Aksi tersebut tergolong brutal karena salah satu pelaku menggunakan alat berupa ikat pinggang yang dimodifikasi dengan kepala besi (gesper) untuk memukul bagian belakang kepala korban hingga terluka.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Kendari pada hari yang sama. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut dan belum memberikan keterangan resmi terkait identitas para pelaku.
(dil/knd)







