Kendari – Saninuh Kasim resmi menakhodai Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk masa khidmat 2025-2029. Ia menegaskan kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) serta kemandirian ekonomi pemuda Ansor.
Pelantikan pengurus PW GP Ansor Sultra berlangsung di Hotel Zahra Kendari, pada Jumat (9/1). Acara tersebut dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR), Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, serta sejumlah tokoh organisasi kepemudaan dan keagamaan.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menilai GP Ansor memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Ansor tidak hanya berperan dalam pembinaan fisik kader, tetapi juga membentuk kualitas intelektual, spiritual, dan emosional generasi muda.
“Atas dasar itu, Pemprov Sultra memberikan ruang bagi pemuda Ansor untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan Sultra yang adil, inklusif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” kata ASR.
Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi secara konsisten. Ia menekankan pentingnya menjaga akidah, memperkuat kaderisasi, serta menggerakkan program yang berdampak langsung bagi pengembangan SDM dan ekonomi masyarakat.
“Selain membesarkan organisasi, kader Ansor juga harus mengambil peran dalam penguatan SDM dan ekonomi masyarakat,” ujar Addin.
Di kesempatan yang sama, Ketua PW GP Ansor Sultra Saninuh Kasim menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program konkret yang menyasar sektor ekonomi produktif. Program tersebut di antaranya pembentukan unit usaha, pendirian koperasi, hingga yayasan yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.
“Di pemerintahan Presiden Prabowo saat ini ada upaya mengangkat derajat masyarakat bawah. Kami di Ansor menyambut itu dan mengambil bagian, salah satunya melalui pendirian koperasi Ansor,” kata Saninuh.
Ia menegaskan program yang disiapkan bersifat realistis dan berbasis potensi lokal. GP Ansor Sultra ingin mendorong kader muda terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi yang nyata.
“Ini tidak muluk-muluk. Kami ingin mengajak pemuda Ansor berdagang ikan, beras. Kita punya ekosistem, dan itu yang ingin kami hidupkan serta diberdayakan,” tutupnya.







